Tahun ajaran baru seringkali diiringi dengan rasa antusiasme sekaligus kecemasan, terutama bagi para siswa kelas 9. Semester 1 menjadi periode krusial yang akan menentukan pemahaman dasar untuk materi-materi matematika yang lebih kompleks di jenjang selanjutnya. Ulangan harian menjadi tolok ukur pertama kesuksesan dalam menyerap materi. Artikel ini akan membekali Anda dengan contoh-contoh soal ulangan harian matematika kelas 9 semester 1 yang sering diujikan, lengkap dengan pembahasan mendalam untuk membantu Anda mempersiapkan diri secara optimal.
Fokus utama materi matematika kelas 9 semester 1 biasanya mencakup Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar, Persamaan Kuadrat, Fungsi Kuadrat, serta Transformasi Geometri. Mari kita bedah satu per satu beserta contoh soalnya.
Bagian ini menguji pemahaman siswa tentang sifat-sifat bilangan berpangkat, operasi pada bilangan berpangkat, dan bagaimana menyederhanakan serta mengoperasikan bentuk akar.

Konsep Kunci:
Contoh Soal 1:
Sederhanakan bentuk $frac(3^4 times 3^-2)^33^5$
Pembahasan:
Kita akan menggunakan sifat-sifat bilangan berpangkat untuk menyederhanakan ekspresi ini.
Jadi, bentuk sederhana dari $frac(3^4 times 3^-2)^33^5$ adalah 3.
Contoh Soal 2:
Tentukan nilai dari $(sqrt75 + sqrt12) – sqrt48$
Pembahasan:
Langkah pertama adalah menyederhanakan setiap bentuk akar.
Sekarang, substitusikan kembali ke dalam ekspresi:
$(5sqrt3 + 2sqrt3) – 4sqrt3$
Karena akarnya sudah sejenis, kita bisa menjumlahkan dan mengurangkan koefisiennya:
$(5+2)sqrt3 – 4sqrt3 = 7sqrt3 – 4sqrt3 = (7-4)sqrt3 = 3sqrt3$.
Jadi, nilai dari $(sqrt75 + sqrt12) – sqrt48$ adalah $3sqrt3$.
Materi ini memperkenalkan persamaan kuadrat, cara mencari akar-akarnya, dan beberapa aplikasinya.
Konsep Kunci:
Contoh Soal 3:
Tentukan akar-akar dari persamaan kuadrat $x^2 – 5x + 6 = 0$ menggunakan metode pemfaktoran.
Pembahasan:
Kita perlu mencari dua bilangan yang jika dikalikan menghasilkan 6 dan jika dijumlahkan menghasilkan -5. Bilangan-bilangan tersebut adalah -2 dan -3.
Maka, persamaan dapat difaktorkan menjadi:
$(x – 2)(x – 3) = 0$
Agar hasil perkaliannya nol, salah satu faktor harus nol:
$x – 2 = 0$ atau $x – 3 = 0$
$x = 2$ atau $x = 3$
Jadi, akar-akar dari persamaan kuadrat tersebut adalah 2 dan 3.
Contoh Soal 4:
Tentukan nilai $k$ agar persamaan kuadrat $x^2 + (k+2)x + 2k = 0$ memiliki akar kembar.
Pembahasan:
Persamaan kuadrat memiliki akar kembar jika diskriminannya ($D$) sama dengan nol.
Dalam persamaan ini: $a=1$, $b=(k+2)$, dan $c=2k$.
Rumus diskriminan: $D = b^2 – 4ac$
Karena akar kembar, $D=0$:
$(k+2)^2 – 4(1)(2k) = 0$
$(k^2 + 4k + 4) – 8k = 0$
$k^2 + 4k + 4 – 8k = 0$
$k^2 – 4k + 4 = 0$
Persamaan ini adalah bentuk kuadrat sempurna:
$(k – 2)^2 = 0$
$k – 2 = 0$
$k = 2$
Jadi, agar persamaan kuadrat tersebut memiliki akar kembar, nilai $k$ adalah 2.
Bagian ini membahas tentang grafik fungsi kuadrat, titik puncak, sumbu simetri, dan bagaimana menginterpretasikan bentuk grafiknya.
Konsep Kunci:
Contoh Soal 5:
Tentukan sumbu simetri dan titik puncak dari fungsi kuadrat $f(x) = x^2 – 6x + 5$.
Pembahasan:
Dari fungsi $f(x) = x^2 – 6x + 5$, kita punya: $a=1$, $b=-6$, $c=5$.
Sumbu Simetri:
$x = -fracb2a = -frac-62(1) = frac62 = 3$.
Sumbu simetrinya adalah garis $x=3$.
Titik Puncak:
Koordinat $x$ dari titik puncak adalah sumbu simetri itu sendiri, yaitu $x_p = 3$.
Untuk mencari koordinat $y$, substitusikan $x=3$ ke dalam fungsi:
$y_p = f(3) = (3)^2 – 6(3) + 5$
$y_p = 9 – 18 + 5$
$y_p = -4$.
Titik puncaknya adalah $(3, -4)$.
Jadi, sumbu simetri fungsi tersebut adalah $x=3$ dan titik puncaknya adalah $(3, -4)$.
Contoh Soal 6:
Sebuah bola dilempar vertikal ke atas. Tinggi bola setelah $t$ detik dirumuskan oleh $h(t) = -5t^2 + 20t$. Tentukan tinggi maksimum yang dicapai bola dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ketinggian maksimum tersebut.
Pembahasan:
Fungsi ketinggian $h(t) = -5t^2 + 20t$ adalah fungsi kuadrat dengan $a=-5$, $b=20$, dan $c=0$. Karena $a < 0$, grafik fungsi ini terbuka ke bawah, yang berarti ada titik maksimum.
Waktu untuk mencapai ketinggian maksimum:
Ini adalah koordinat $t$ dari titik puncak.
$t_puncak = -fracb2a = -frac202(-5) = -frac20-10 = 2$ detik.
Tinggi maksimum yang dicapai bola:
Ini adalah koordinat $h$ dari titik puncak. Substitusikan $t=2$ ke dalam fungsi $h(t)$:
$hmax = h(2) = -5(2)^2 + 20(2)$
$hmax = -5(4) + 40$
$hmax = -20 + 40$
$hmax = 20$ meter.
Jadi, bola akan mencapai ketinggian maksimum 20 meter setelah 2 detik.
Bagian ini meliputi pergeseran (translasi), pencerminan (refleksi), perputaran (rotasi), dan perkalian skala (dilatasi) pada bangun datar.
Konsep Kunci:
Contoh Soal 7:
Titik $A(2, -1)$ ditranslasikan oleh $T = beginpmatrix 3 -4 endpmatrix$. Tentukan koordinat bayangan titik A.
Pembahasan:
Koordinat bayangan $A’$ adalah $(x+a, y+b)$.
$A'(2+3, -1+(-4))$
$A'(5, -5)$
Jadi, koordinat bayangan titik A adalah $A'(5, -5)$.
Contoh Soal 8:
Bayangan titik $P(-3, 5)$ setelah dicerminkan terhadap garis $y=x$ adalah $P’$. Tentukan koordinat $P’$.
Pembahasan:
Sesuai aturan refleksi terhadap garis $y=x$, titik $(x, y)$ akan menjadi $(y, x)$.
Maka, titik $P(-3, 5)$ akan menjadi $P'(5, -3)$.
Jadi, koordinat bayangan titik P adalah $P'(5, -3)$.
Contoh Soal 9:
Titik $B(4, 2)$ dirotasikan sebesar 90° berlawanan arah jarum jam terhadap titik asal. Tentukan koordinat bayangan titik B.
Pembahasan:
Sesuai aturan rotasi 90° berlawanan arah jarum jam terhadap titik asal, titik $(x, y)$ akan menjadi $(-y, x)$.
Maka, titik $B(4, 2)$ akan menjadi $B'(-2, 4)$.
Jadi, koordinat bayangan titik B adalah $B'(-2, 4)$.
Contoh Soal 10:
Titik $C(1, 3)$ didilatasi terhadap titik asal dengan faktor skala 2. Tentukan koordinat bayangan titik C.
Pembahasan:
Jika dilatasi dilakukan terhadap titik asal dengan faktor skala $k$, maka titik $(x, y)$ menjadi $(kx, ky)$.
Dalam soal ini, $k=2$.
Maka, titik $C(1, 3)$ akan menjadi $C'(2 times 1, 2 times 3) = C'(2, 6)$.
Jadi, koordinat bayangan titik C adalah $C'(2, 6)$.
Mempelajari contoh soal dan memahaminya secara mendalam adalah kunci untuk meraih hasil yang memuaskan dalam ulangan harian. Setiap konsep yang telah dibahas di atas saling berkaitan. Semakin kuat pemahaman Anda pada setiap topik, semakin mudah Anda menyelesaikan soal-soal yang lebih kompleks di masa mendatang.
Jangan ragu untuk berlatih soal-soal tambahan, mencari sumber belajar lain, dan bertanya kepada guru atau teman jika ada materi yang belum dipahami. Persiapan yang matang adalah investasi terbaik untuk kesuksesan akademik Anda. Selamat belajar dan semoga sukses!